Terapkan 3M Atau Kembali Ke Masa Sulit Pandemi
Papua60detik - Melonjaknya tambahan kasus konfirmasi covid-19 belakangan ini di Kabupaten Mimika menjadi sinyal kuat, penerapan protokol kesehatan sudah semakin longgar.
Kumulatif kasus konfirmasi per 12 September mendekati angka 1000, sudah 985. Empat hari ke belakang, laporan tambahan temuan kasus baru konsisten di atas 20 kasus.
"Angka penularan kita naik terus, sudah satu berbanding tiga. Ini bahaya. Dia akan kembali seperti pada Bulan Mei. Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak jaga dengan baik, saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, Jumat (11/09/2020).
Bagi John, temuan kasus boleh banyak, yang harus ditekan adalah angka kematian. Tapi berdasarkan laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, sudah 7 pasien konfirmasi dan 19 suspek meninggal dunia sejak pandemi, tiga di antaranya meninggal dunia September ini.
"Sekarang dua atau tiga orang dalam kondisi sangat berbahaya," kata John.
Seperti diperhadapkan hanya pada dua pilihan, warga dan semua kita tertib menerapkan protokol kesehatan 3M atau jika tidak maka situasi kemungkinan kembali ke masa-masa sulit pandemi, yaitu ketika aktifitas warga serba dibatasi
Bagaimanapun jelas Wabup, pertimbangan kesehatan paling utama, tapi ekonomi juga tak boleh rontok. New normal dengan protokol 3M sebenarnya mengakomodir dua sektor ini, aktifitas ekonomi tetap jalan, tapi semua terapkan protokol kesehatan.
"Kita tidak mau kondisi ini terjadi lagi, work from home, apakah kita harus tutup lagi penerbangan, kita harus batasi jam kerja lagi. Kan kita tidak mau, Kita mau ekonomi oke, kesehatan juga baik. Caranya masyarakat harus sadar, masyarakat harus tertib. Tiga hal saja, 3 M, mencuci tangan, memakai masker menjaga jarak," pesannya.
Tapi kritik tak cukup hanya kepada warga. Sebagai otokritik, John pun menyoroti kinerja jajarannya sendiri. Ia mencontohkan, tong air tempat cuci tangan yang tersebar di seputaran Kota Timika tak lagi diisi ulang.
Ketiadaan regulasi yang mengatur mekanisme pengawasan dan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan memperparah keadaan. Kegiatan mengumpulkan banyak orang, bikin keramaian, pesta kembali tampak kembali marak.
"Saya jujur, saya mengikuti beberapa kali pesta, ternyata tidak terjadi seperti itu (menerapkan 3M). Ini persoalan kita, tidak sadar," sesalnya. (Burhan)