Tiga Kasus DBD Ditemukan di Timika dalam Sepekan Terakhir
Papua60Detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menemukan 32 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terkonfirmasi hasil tes laboratorium. Kasusnya paling banyak ditemukan di Distrik Tembagapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Senin (4/7/2022) mengatakan kasus DBD ditemukan dari laporan Fasyankes. Ia mencontohkan, laporan itu datang dari Puskesmas Timika, Puskesmas Pasar Sentral dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika serta Rumah Sakit Herlina.
"Sampai Sabtu kemarin, dari Januari tahun ini jumlah kasusnya kumulatif yakni 32 kasus. Kalau hitungannya cuma minggu lalu itu ada tiga kasus," sebut Reynold.
Penyebab DBD ialah virus dengue yang ada pada nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan hasil penelitian pada 2011, Kabupaten Mimika berpotensi terjadinya DBD.
Gejala DBD kata Reynold mirip dengan malaria. Yang membedakan ialah satu, adanya bintik-bintik merah atau ruam pada kulit.
"Cara melihatnya adalah dengan membendung kulit kita sekitar dua menit tanpa harus kencang lalu amati, ada tidak ruam merah," jelasnya.
Sedangkan penanggulangan untuk hal ini, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dilakukan dengan memberikan obat Abate melalui Puskesmas.
Dinkes juga masih terus mengumpulkan data-data pasien untuk melakukan investigasi termasuk memberikan promosi kesehatan.
"Jangan sampai terjadi lagi orang meninggal dunia seperti yang terjadi di Tahun 2019 lalu dimana ada satu orang meninggal di Kelurahan Perintis," ungkapnya.
"Selain Abate, penyemprotan juga dilakukan di wilayah-wilayah yang kasus dengue atau demam berdarah itu ditemukan," sambung Reynold.
Ia meminta agar masyarakat tidak panik akan hal tersebut. Langkah pencegahan bisa dilakukan dengan mengubur barang bekas, menguras dengan rutin penampungan air dan menabur abate. (Rachmat Julaini)