Tim Gugus Tugas Apresiasi Warga Timika yang Sudah Lapor dan Periksakan Diri
Papua60detik - Setelah keluar imbauan dari Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, banyak warga yang punya riwayat dengan klaster Lembang mulai lapor diri.
Juru Bicara Gugus Tugas, Reynold Ubra mengatakan, sebagian warga datang langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan, sebagian lagi malapor diri lewat call center dan mendatangi posko Tim Gugus di SP2.
"Di call center kurang lebih 61 orang yang telepon kemudian yang datang di posko karena punya riwayat dengan klaster Lembang ada 10 orang, yang datang puskesmas banyak. Saya pikir ini hal yang sangat baik dan kami memberikan apresiasi untuk ini," kata Reynold mengapresiasi.
Termasuk 57 tokoh agama yang memiliki hubungan dengan klaster Lembang telah berkomunikasi dengan Tim Gugus dan mengikuti screening tanda dan gejala. Reynold menyebut, di antaranya ada yang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Perawatan (PDP), beberapa Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sebagian besar sehat.
Pola penularan covid-19 di Timiki saat ini teridentifikasi dalam dua klaster; Jakarta dan Klaster Lembang. Sejak mulai bekerja, Tim Gugus Tugas telah mentracing kontak sebanyak 173 warga, 141 orang diantaranya terhubung dengan klaster Lembang.
Jika warga, terutama yang berisiko, suka rela dan aktif melapor diri, Reynold yakin pengendalian covid-19 di Mimika akan lebih cepat selesai. Warga yang berisiko, misalnya dari daerah terjangkit juga diimbau segera laporkan diri ke Fasyankes terdekat.
"Ini akan lebih cepat dibading kami menunggu. Sudah parah, ketemu di rumah sakit, akhirnya menambah 14 hari, belum lagi doubling timenya. Jadi ini (sadar lapor diri) hal yang bagus," katanya.
Tantangannya adalah stigma atau cap negatif. Karena takut mendapat cap negatif orang yang tahu dirinya berisiko jadi enggan lapor diri. Tidak lapor diri maka tak dintangani, peluang menularkan ke warga lain terbuka lebar.
Pengendalian penularan TB dan HIV di Timika kata Reynold bisa jadi pelajaran. Rantai penularan dua penyakit itu hingga sekarang tak kunjung putus.
"Apabila kita ingin aktifitas kita ini normal, maka stigma ini harus hilang. 61 orang yang menelpon di call center, itu menurut kami, selain manfaatkan teknologi yang ada tetapi juga takut masalah stigma. Lini terdepan dalam perang melawan covid-19 adalah diri dan keluarga masing-masing," pesannya.
Hingga Sabtu malam, telah ditemukan tiga warga positif terinfeksi covid-19. Angka PDP, ODP dan OTG juga terus menanjak naik seiring kinerja Tim Gugus Tugas mencari kontak. Dari hasil penelusuran kontak, telah ditetapkan 42 PDP, 46 ODP dan 81 OTG.
"12 yang sedang dirawat dalam status PDP, 7 diantaranya ada di RSUD Mimika dan lima pasien di salah satu RS swasta di Kabupaten Mimika. Laki-laki 8, perempuan 4," sebut Reynold.
Pada Jumat (03/04/2020) malam, pasien 03 covid-19 dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Tembagapura. Jenazahanya telah dimakamkan di areal pemakaman Kuala Kencana pada Sabtu (04/04/2020) sekitar pukul 12.00 WIT.
Proses pemakamannya disaksikan keluarga dekat dan menggunakan prorokol covid-19 dari Kementerian Kesehatan. Reynold memastikan keluarga tidak menyentuh peti jenazah.
"Setelah selesai, baik petugas maupun keluarga disemprot dengan disinfektan," katanya. (Burhan)