Tim Gugus Tugas Merekonstruksi Pola Penularan Virus Corona di Mimika
Papua60detik - Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Corona Virus (Covid-19) Mimika akhirnya melakukan rekonstruksi pola penularan setelah mendapat informasi baru dari hasil investigasi dan penelusuran kontak pasien positif.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra mengungkap, hasil penelusuran kontak terhadap pasien 03 menjadi poin penting untuk melihat ulang pola penularan covid-19 di Timika. Pasien 03 diketahui tidak pernah melakukan perjalanan ke luar Papua tapi kemudian positif terinfeksi covid-19.
Setelah melakukan penelusuran dan pendalaman, tim gugus
tugas menemukan hubungan erat pasien 03 dan 02. Keduanya terkait erat dengan
kematian seorang warga Timika yang pernah menghadiri acara keagamaan di Lembang
Jawa Barat beberapa waktu lalu. Pasien 02 sebelumnya diduga tertular dari klaster Yogyakarta.
"Dari pendalaman kasus dan informasi yang kami peroleh, ternyata kasus 02 dan 03 ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan kejadian kematian salah satu peserta yang hadir di Lembang. Kami berasumsi, ini satu rangkaian kejadian dan sumber penularannya sama mereka berada pada tempat dan waktu yang sama," ungkap Reynold Ubra, Rabu (01/04/2020) malam.
Dari hasil penelusurun Tim Gugus Tugas, sebanyak 16 warga yang telah diketahui menyentuh langsung atau kontak erat dengan jenazah saat itu. Dua diantaranya telah dinyatakan positif covid-19, satu orang sedang dirawat dan berstatus PDP, seorang lagi telah meninggal dunia sebelum sempat ditest.
Ia lantas meminta warga yang ikut pada pemakaman dan menyentuh langsung jenazah peserta dari Lembang ini untuk melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Yang hadir saja tidak masalah, tapi yang kontak langsung, bersentuhan langsung, baik dengan tangan maupun mencium (jenazah) ini sebaiknya dapat melaporkan ke kami," katanya.
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kematian peserta dari Lembang ini tak berhubungan dengan covid-19. Catatan medis dari rumah sakit menunjukkan almarhum meninggal karena penyakit tidak menular.
Tapi hasil perkembangan dan penelusuran informasi, akhirnya diketahui, peserta acara keagamaan di Lembang yang meninggal ini, katanya, memiliki riwayat kontak dengan salah satu peserta yang telah meninggal juga di Bandung. Mereka pernah berada pada satu meja makan.
Sebelumnya, ia menyebutkan sebanyak empat warga Timika ikut pada acara keagamaan di Lembang itu. Satu telah meninggal dunia. Tiga orang lainnya, kata Reynold, tetap berada dalam pemantauan Tim Gugus Tugas.
Tim Gugus Tugas saat ini masih terus melakukan pengembangan jejaring kontak dari pasien 03. Dua orang terdekatnya telah ditetapkan sebagai Pasien Dalam Perawatan (PDP).
Setelah mengalami gejala, pasien 03 ini juga diketahui pernah berobat pada dua klinik di Kota Timika.
Di klinik pertama, pasein 03 kontak dengan 11 petugas kesehatan, dua di antaranya telah ditetapkan PDP.
Di klinik berikutnya, pasien 03 kontak dengan tujuh orang petugas kesehatan. Dua diantaranya, kata Reynold, sudah mengalami batuk dan pilek.
"Besok kami akan melakukan penelusuran ke Mapurujaya karena ada informasi pasien 03 pernah memimpin ibadah di Mapurujaya," katanya.
Sesuai jadwal, pada Kamis (20/04/2020) akan tiba 300 rapid test dari Provinsi Papua. Rapid test ini akan digunakan kepada mereka yang sudah berstatus PDP. (Burhan)