Timika Antisipasi Virus Corona
Screening suhu tubuh di terminal bandara Mozes Kilangin Timika
Screening suhu tubuh di terminal bandara Mozes Kilangin Timika

Papua60detik - Penyebaran virus corona (Covid-19) saat ini telah menjadi kekhawatiran di semua negara. Di Indonesia, dua orang sudah dinyatakan positif terinveksi virus yang penyebarannya bermula dari Kota Wuhan, China.

Sebagai daerah dengan tingkat mobilitas penduduk tinggi, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, sejak akhir Januari 2020 telah membentuk tim terpadu untuk  mengantisipasi virus corona.

Tim terpadu ini melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas III Biak, rumah sakit swasta dan puskesmas dengan mengawasi ketat semua pintu masuk di Kota Timika. Petugas KKP rutin melakukan screening suhu tubuh penumpang yang datang baik melalui pelabuhan Pomako, Bandara Mozes Kilangin terminal lama dan baru.

"Sampai hari ini, 4 Maret 2020, melalui pencatatan dan pelaporan sistem kewaspadaan dini belum ditemukan penduduk Mimika yang diduga terinveksi virus corona," ungkap Plt Kadinkes Mimika, Reynold Ubra.

Pada pertengahan Februari lalu, ungkap Reynold, datang sebanyak tujuh orang warga negara China dari Jakarta. Ia memastikan ketujuhnya telah melalui pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Soekarno Hatta dan melewati masa pengawasan selama 14 hari.

"Dua minggu lalu, ada seorang penduduk Mimika melalui Natuna, tapi juga sudah melalui pemeriksaan tim kesehatan dan membawa surat keterangan dan dinyatakan tidak terinveksi virus corona," cerita Reynold.

Ia mengimbau warga Timika tidak khawatir berlebihan apalagi panik merespon penyebaran virus corona. Thermal scanning atau pemeriksaan suhu tubuh di setiap pintu masuk Kota Timika menurutnya sudah mampu memberi rasa aman bagi warga

"Mencegah covid itu, paling pertama hindari penderita batuk pilek, karena tanda gejalanya selain demam juga batuk pilek. Kedua, rajin cuci tangan. Ketiga jaga imunitas, makan, istrihata dan olahraga teratur," sarannya.

Kabar dua orang Indonesia di Jakarta positif terinveksi virus korona rupanya berdampak ke warga di Timika.

Masker jadi sulit didapatkan. Beberapa apotik melaporkan, stok maskernya dalam waktu cepat ludes terjual. Kebutuhan yang meningkat bikin harga masker jadi naik berkali-kali lipat. Harga jual per masker saat ini bisa sampai Rp6.000. (Burhan)