TNI-Polri di Timika Bikin Dapur Umum Bantu Warga Terdampak Wabah Covid-19
Papua60detik - Kodim 1710 bersama Polres Mimika berinisiatif mendirikan dapur umum untuk membantu meringankan warga terutama yang paling terkena dampak pembatasan aktfitas sosial di masa pandemi virus corona saat ini.
Dapur umum ini dibangun di Mako Polres Mimika di Jalan Agimuga, Rabu (22/04/2020) dan akan berjalan selama 14 hari dengan memproduksi 1000 kemasan makanan per hari.
Baca Juga: 75 Tahun Indonesia Merdeka, 75 Bendera Merah Putih Tegak di Kantor Pelayanan Polres Mimika
"Nanti kita akan bagikan secara bergantian dan merata. Sasarannya terutama bagi mama-mama Papua yang berjualan. Tentu dengan pembatasan aktifitas ini, omzetnya berkurang bahkan mungkin jualannya tidak laku," kata Kapolres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata.
Tak hanya bagi mama-mama Papua, secara bergantian, para tukang ojek dan warga yang masuk kategori tidak mampu akan kebagian. Era berharap, dapur umum ini bisa meringankan beban hidup warga
Mako Polres di Agjmuga sengaja dipilih sebagai tempat mendirikan dapur umum, jelasnya, untuk menghindari kerumunan warga.
Pendistribusian ke warga diserahkan kepada setiap Polsek dan Koramil serta Babinsa dan Babinkatibmas. Untuk meminimalisir penularan covid-19, pembagiannya dengan cara dari rumah ke rumah.
Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Pio L Nainggolan menambahakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian TNI-Polri, bukan hanya terhadap penularan covid-19 tetapi dampak ekonomi yang ditanggung warga.
"Khususnya masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap karena itu sungguh dirasakan dan memang kita sendiri lihat secara langsung di lapangan," katanya.
Dandim mengakui dapur umum ini tak bisa mengcover keseluruhan warga yang membutuhkan. Sebab itu, pendistribusiannya ditujukan kepada sasaran terpilih secara bergantian.
"Saya harap kegiatan gotong royong ini jadi contoh dan menjadi gerakan bersama kita di kota ini," harap Dandim.
Sejak 26 Maret lalu Pemkab Mikika menerbitkan kebijakan membatasi akitfitas warga hanya dari pukul 06.00 sampai 14.00 WIT untuk meredam laju penularan covid-19. Pembatasan aktifitas ini tentu memukul perekonomian warga terutama mereka yang berpenghasilan harian. (Tanto)