Usai Dibekuk, Pendeta Malah Doakan Para Pelaku Pencurian di Gereja
Papua60detik – Polres Mimika berhasil meringkus empat terduga pelaku pencurian peralatan musik di Gereja Bethesda Mile 32, Timika, Senin (27/07/2020). Keempatnya masing-masing berinisial E, D, T, dan K.
E, D, dan K diamankan di Jalan Hasanudin, sementara T diamankan di Jalan Patimura.
Barang bukti yang diamankan Tim Opsnal Reskrim Polres Mimika diantaranya, 1 papan keyboard, 1 buah mixer, 1 buah proyektor, 2 buah ampli player, 1 buah resiver, mic portabel, 1 buah ampli mic, 1 buah gitar listrik, 1 buah bass listrik, kabel proyektor, audio dan kabel adaptor.
"Mereka diduga adalah pelaku tindak pidana pencurian alat-alat musik Gereja Bethesda Mile 32 Kuala Kencana pada tanggal 7 Juni lalu," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto saat dikonfirmasi.
Usai ditangkap, keempat pelaku kemudian dibawa menuju tempat kejadian perkara di Gereja Bethesda Mile 32, langsung bertemu dengan Pendeta Severinus Siku.
Mewakili jemaat, Pendeta Severinus pun mengaku tidak membenci namun sedih atas perbuatan mereka. Ia kemudian memeluk dan mendoakan para pelaku agar segera bertobat.
"Seperti dalam Injil Matius Pasal 6 yaitu tentang doa Bapa kami, menyebutkan bahwa ampunilah orang-orang yang bersalah kepada kami. Dan di situlah saya berdoa, melepaskan pengampunan kepada merekal dan mereka harus bertobat, jangan berbuat dosa lagi. Karena mencuri itu adalah tidak dibenarkan menurut hukum agama manapun," kata Pendeta Severinus saat ditemui di halaman Gereja Bethseda, Mile 32, Senin sore.
"Selama ini saya selalu berdoa untuk kalian karena barang itu bukan milik pribadi saya. Itu barang gereja yang dipakai untuk ibadah. Jadi bukan cuma saya saja yang berdoa tapi semua umat Tuhan berdoa supaya Tuhan ungkap pelaku pencurian itu," ujarnya.
Pendeta Severinus menceritakan kejadian tersebut terjadi ketika dirinya hendak melakukan ibadah di gereja. Saat buka pintu, ia perhatikan beberapa alat musik gereja tidak berada ditempatnya. Setelah melihat dengan cermat, beberapa alat musik itu ternyata sudah hilang. Para pelaku diduga masuk ke dalam gereja lewat jendela samping yang dijebol.
"Barang cukup banyak. Sekitar 10 item dengan kisaran harga sekarang lebih seratus juta. Kami baru tahu kejadiaanya saat kami mau ibadah. Alat musik yang ditinggal cuma drum dan speaker," ujarnya sembari berharap barang-barang yang hilang dapat kembali dan bisa digunakan lagi untuk aktifitas ibadah.
"Saya juga mendoakan para polisi yang bekerja siang malam, hujan panas, untuk menyelidiki, mencari dan mengungkapkan para pelaku terkait dengan pencurian barang gereja," katanya. (Salmawati Bakri)