Wabup John Rettob Launching Layanan Adminduk Distrik Kuala Kencana
Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob dan Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo  pada kegiatan launching layanan Adminduk di Distrik Kuala Kencana, Jumat (3/6/2022). Foto: Istimewa
Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob dan Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo pada kegiatan launching layanan Adminduk di Distrik Kuala Kencana, Jumat (3/6/2022). Foto: Istimewa

Papua60detik - Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob melaunching layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Distrik Kuala Kencana, Jumat (3/6/2022).

Masyarakat Kuala Kencana kini bisa melakukan pengurusan administrasi dan dokumen kependudukan langsung di Kantor Distrik Kuala Kencana.

"Pemerintah terus berusaha untuk melakukan pendekatan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang efisien dan efektif," kata Wabup John.

Ia memberikan apresiasi kepada Disdukcapil Mimika yang terus melakukan inovasi dalam pelayanan Adminduk kepada masyarakat.

Kepada seluruh petugas, ia mengingatkan tidak memungut biaya dari masyarakat karena pelayanan tersebut gratis.

"Ingat jangan kamu layani lalu minta minta uang, itu tidak boleh, barang ini gratis," kata John Rettob.

Pemerintah Kabupaten Mimika terus berusaha agar pelayanan Adminduk harus sampai ditingkat kampung.

Kerena pelayanan ini menggunakan sistem online, maka pemerintah terus mendorong pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di sejumlah titik di  Mimika agar mempermudah jaringan internet.

Selain dukungan jaringan, SDM di tingkat distrik hingga ke tingkat kampung juga sangat dibutuhkan.

Di Kabupaten Mimika sendiri pelayanan adminduk di tingkat distrik sudah dilaksanakan di beberapa distrik, diantaranya Distrik Mimika Baru, Wania, Iwaka, Mimika Timur, Tembagapura dan terbaru Kuala Kencana.

"Jaringan internet terus kita kembangkan. Kita sudah lobi ke Kementerian Kominfo, tahun 2021 kita 47 titik, tahun 2022 kita dapat 117 titik hanya di Mimika. Target kita 125 titik berarti semua kita sudah terjangkau, sehingga pelayanan seperti ini kita laksanakan sampai ke tingkat kampung," katanya.

Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo  menegaskan, di era digital semua pelayanan terkoneksi dengan layanan kependudukan. Praktis Disdukcapil menjadi dasar dari semua pelayanan.

Untuk itu, Disdukcapil bekerja sama dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Mimika terutama di distrik yang setiap saat berinteraksi dengan masyarakat di kampung dan kelurahan.

"Kita terus sama-sama bersinergi memperbaiki data base kependudukan," kata Slamet.

Data yang valid dan akurat, katanya jadi penentu buat pemerintah di tingkat kabupaten maupun pusat dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat sasaran.

"Mari kita bersinergi dan bekerjasama daripada kita sibuk saling menyalahkan dan tidak ada ujungnya. Hari ini awal yang baik kita memulai itu," kata Slamet.

Saat ini alat untuk perekaman pelayanan Adminduk di Kuala Kencana masih satu unit. Kadistrik, Septinus Timang berharap ada penambahan alat untuk memaksimalkan layanan.

"Minimal ada lima sampai delapan alat tapi karena keterbatasan anggaran kita hanya  mengadakan satu alat perekam saja. Mudah-mudahan di tahun ini  bisa diakomodir di APBD perubahan sehingga kita bisa tambah satu  atau dua alat lagi," harap Septinus. (Burhan)