Warga Menunggu Bantuan Pangan, Bulog Sebut Distribusi Masih di Wilayah Pesisir
Kepala Kelurahan Inauga, Distrik Wanita, Gerson Rumbarar, foto: Martha/Papua60detik
Kepala Kelurahan Inauga, Distrik Wanita, Gerson Rumbarar, foto: Martha/Papua60detik

Papua60detik - Warga di beberapa kelurahan di Kabupaten Mimika masih menunggu bantuan beras dan minyak goreng yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh Perum Bulog Kantor Cabang Mimika. 

Masing-masing penerima akan memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan dua bulan sekaligus.

Bantuan tersebut bersumber dari Bantuan Pangan Nasional melalui Bulog yang menyasar 27.209 penerima manfaat di 18 distrik. Mekanisme pendistribusiannya adalah melalui pemerintahan distrik dilanjutkan ke tingkat lurah. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, bantuan alokasi Februari dan Maret 2026 ini akan disalurkan pada bulan Mei. Namun, hingga pertengahan Mei, belum terealisasi. 

Kepala Kelurahan Inauga, Distrik Wanita, Gerson Rumbarar mengatakan, biasanya, apabila ada bantuan masuk, pihak kelurahan akan mendapatkan informasi dari Bulog maupun pemerintah distrik. Namun, hingga sekarang, pihaknya masih menunggu. 

Meski demikian, Gersom menyebut sudah banyak warga yang datang ke kantor kelurahan untuk mengecek berulang-ulang. Hal ini diduga karena adanya informasi sebelumnya di media massa bahwa akan ada bantuan. 

"Biasanya kalau sudah masuk, nanti diinformasikan dari Bulog ke distrik, selanjutnya diberikan ke kelurahan. Banyak masyarakat yang datang mengecek, tetapi memang sampai saat ini belum ada yang masuk," ujar Gerson beberapa waktu lalu. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Cabang Bulog Mimika, Dedy Wahyudi, mengatakan bantuan tetap disalurkan ke semua penerima manfaat sesuai hasil sosialisasi. 

Ia menjelaskan saat ini proses penyaluran bantuan masih menyasar di wilayah pesisir. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan penyaluran sesuai batas waktu yaitu 31 Mei 2026. 

"Saat ini masih proses salur di wilayah pesisir.  saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemda untuk menyelesaikan penyaluran sesuai batas waktu yang diberikan sampai 31 Mei 2026," tulisnya melalui pesan WA. 

Dedy mengaku belum ada kendala dalam proses ini. Hanya saja Minyak goreng masih dalam pengiriman dan estimasi tiba tanggal 23 Mei 2026.

"Untuk kendala tidak ada karena minyak goreng yang sisa akan tiba estimasi tanggal 23 Mei 2026," pungkasnya. (Martha)