Waspada Hepatitis Akut Masuk Timika, Masyarakat Diminta Jaga Pola Hidup Sehat
Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra. Foto: Anti/ Papua60detik
Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra. Foto: Anti/ Papua60detik

Papua60detik - Kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya kini menjadi perhatian serius di Indonesia karena sudah ditemukan di beberapa wilayah di pulau Jawa dan Sumatera.

Mengantisipasi kasus ini masuk di Mimika, Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengimbau masyarakat Mimika tidak perlu panik tetapi menerapkan pola hidup sehat. 

Ia mengatakan semua tim survailans baik di Pukesmas maupun di RSUD Mimika tetap waspada akan penyakit yang sudah makan korban jiwa ini.

“Sampai hari ini di Timika belum dilaporkan penemuan kasus hepatitis yang belum diketahui penyebabnya oleh fasilitas kesehatan,” jelasnya saat diterima di ruang kerjanya, Selasa (17/5/2022).

Reynold mengatakan temuan kasus hepatitis di Mimika memang banyak, namun hepatitis yang diterimanya itu adalah yang diketahui sebabnya sehingga sudah masuk dalam survailans dan pemeriksaan rutin.

“Jadi memang kami harus memilah secara spesifik sebelum memastikan bahwa ini hepatitis yang tidak diketahui,” tuturnya.

Hepatitis menular melalui kontak langsung, penggunaan alat yang sama, bersin atau droplet dan hubungan seksual.

“Penularannya cepat dari orang ke orang, namun sampai hari ini kami belum menerima laporan,” ungkapnya.

Gejala yang ditemukan pada pasien dugaan hepatitis akut ini yakni demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, nyeri pada otot dan sendi, kuning di mata dan kulit, gatal-gatal, dan urine seperti air teh.

Dikutip dari website sehatnegeriku.Kemenkes.go.id Kementerian Kesehatan bersama pihak terkait terus melakukan upaya investigasi dengan melakukan analisis pathogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) maupun penyelidikan epidemiologi lebih lanjut untuk memastikan penyebab dari kejadian hepatitis akut ini. (Anti)