Papua Kaya Hutan Sagu Tapi Budidaya Padi Dimasifkan, Belajar dari Meranti Riau

Papua60Detik

John NR Gobai mengunjugi industri sagu skala kecil di Timika.
John NR Gobai mengunjugi industri sagu skala kecil di Timika.


Oleh: John NR Gobai

Pengantar

Cadangan sagu di Papua merupakan yang terbesar di dunia, namun selama ini yang dimanfaatkan tidak sampai satu persen. Lahan sagu di Indonesia, 5,2 juta ha berada di Provinsi Papua dan Papua Barat. Fakta itu diungkapkan Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua Masyarakat Sagu Indonesia, MH Bintoro.

Sagu merupakan pohon yang mempunyai berbagai fungsi. Pohon sagu banyak tumbuh di Papua bagian pesisir. Wilayah Selatan Papua masih menyimpan cadangan hutan sagu yang luas. Tapi pembangunan dan investasi telah dan sedang menggusur dan membabat pohon sagu yang tumbuh secara alamiah. 

Sagu juga telah menjadi sumber pendapatan masyarakat dan berguna bagi kehidupan masyarakat Papua dibagian pesisir. Sayang budidaya sagu masih terbatas. Untuk itu diperlukan upaya strategis untuk perlindungan dan pengembangan sagu. 

Belajar dari Meranti

Kepulauan Meranti Provinsi Riau termasuk salah satu kawasan pengembangan ketahanan pangan nasional karena menjadi penghasil sagu terbesar di Indonesia, selain Papua dan Maluku. Luas area tanaman sagu di Kepulauan Meranti sekitar 44,657 hektare atau 2,98 persen luas tanaman sagu nasional. 

Irwan Natsir, Bupati Kepulauan Meranti menyatakan, ketersediaan lahan sagu di Meranti sendiri 123.585 ha dengan potensi pengembangan seluas 70.091 ha. Perkiraan produksi sagu sebesar 216.997 ton/tahun terdiri dari rakyat 204.997 ton/tahun (TM 22.503 ha) dan PT NSP 12.000 ton/tahun (4000 ha).

Kepulauan Meranti mempertahankan dan mengembangkan sagu karena lahannya sesua. Merupakan kearifan lokal dengan budidaya sudah turun temurun. Optimalisasi lahan yang 80 persen gambut. Sagu sebagai pangan alternatif yaitu beras analog dan gula, sumber pendapatan masyarakat (pendapatan 1 ha kebun sagu Rp1,575 juta/bulan), berkontribusi terhadap PDRB dan ramah lingkungan.

Pemasaran sagu Meranti untuk ekspor adalah ke Jepang, Korea Utara, Malaysia dan Singapura. Sedang pasar dalam negeri Cirebon, Medan, Batam, Pekanbaru. Dominan dipasarkan dalam bentuk pati sagu 171.429 ton (99%), sedang dalam bentuk mie sagu 1.118 ton (1%). Produk lainnya dalam jumlah yang kecil sohun sagu baru 342 ton. Peluang pasar yang tinggi adalah gula dan beras analog tetapi masih perlu dukungan teknologi.

Saat ini di Meranti punya 68 unit kilang sagu, satu unit membutuhkan 300-500 tual/hari (batang masak yang sudah dipotong dengan ukuran tertentu, biasanya satu batang jadi 3 tual). Perputaran uang dari bisnis tepung sagu di Meranti adalah Rp1,362 triliun pertahun.

Industri Sagu di Papua

PT ANJAP sedang mengelola hutan sagu di sorong. Dari PT ANJAP, rata-rata ada 30 pohon sagu per hektar (ha) yang siap panen per tahun. Jadi, dengan luas lahan sagu di Papua yang mencapai 5,2 juta ha, potensi tepung sagu yang bisa dihasilkan bisa mencapai 15,6 juta ton tepung sagu per tahun.

Dalam kunjungan ke Mimika pada pertengahan september 2023, kami sempatkan diri ke Pabrik Sagu di Jalan Hasanuddin, Mimika. Setahu kami ada juga industri sagu di Kekwa yang dibangun oleh YPMAK Timika. Menurut saya ini baik dan perlu di jadikan contoh untuk di juga dikembangkan di daerah lainnya.

Perlu Kebijakan

Menurut.Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, merujuk data statistik, perkebunan Kementan 2022, kurang dari 4% luas areal sagu kawasan nasional yang baru termanfaatkan. Atau seluas 212.468 hektare dengan total produksi sagu sebanyak 385.905 ton pada 2022. Adapun potensi sebaran lahan sagu di Indonesia terluas sekitar 5,2 juta ha ada di Papua.

Dengan wilayah seperti Merauke, Mappi, Asmat, Sarmi, dan Mimika, Papua merupakan kontributor utama produksi sagu. Menyusul kemudian, Maluku dan Sulawesi yang memiliki areal hutan sagu yang luas.

Namun ada sedikit catatan yang perlu kami sampaikan, dalam rangka perlindungan hutan atau dusun sagu yang adalah sumber kehidupan masyarakat, diperlukan adanya kebijakan pembatasan pembukaan lahan baik kehutanan maupun perkebunan sawit, pembukaan jalan dan pembangunan komplex perumahan  yang membongkar hutan sagu.

Dan juga mesti ada upaya membuka kebun kebun atau dusun dusun sagu atau dengan kata lain perlu ada budidaya sagu khas papua.

Dalam rangka pengembangan maka perlu dikembangkan, adanya industri peralatan pengolahan sagu, adanya pelatihan pelatihan pengolahan sagu, home industri kecil pengolahan sagu di kampung kampung dan juga ekowisata hutan sagu.

Penutup

Oleh karena itu perlu adanya budidaya sagu dengan menanam sagu berhektar hektar, bukan hanya membuka lahan pertanian padi 2 juta hektar di Papua Selatan.

Dalam rangka pengembangan maka perlu industri peralatan pengolahan sagu, pelatihan pelatihan pengolahan sagu, home industri kecil pengolahan sagu di kampung kampung dan ekowisata hutan sagu.


Referensi:

https://indonesia.go.id/kategori/editorial/8481/lahan-sagu-terluas-di-dunia-peluang-ekonomi-dan-ketahanan-pangan-indonesia?lang=1

https://mediaperkebunan.id/sagu-penggerak-ekonomi-kabupaten-meranti/

IPTEKINJurnalKebijakanPembangunandanInovasiVol.6(2),2024,53‐6453 PotensiTanamanSagudiSentraProduksiKabupatenKepulauanMerantidanIndragiriHilirProvinsiRiausebagaiSumberKarbohidratLokal

Gobai John NR, NA Raperdasi Papua tentang Perlindungan dan Pengembangan Sagu.




Bagikan :