Penembakan Terhadap Dua Guru di Beoga, Tindakan yang Sangat Keji dan Tidak Manusiawi

Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia), Theo Hesegem
Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia), Theo Hesegem


Kapankah Kekerasan Pertumbahan Darah di Papua dan Krisis Kemanusiaan akan Berakhir?

Perlu ada tim gabungan yang melibatkan pelbagai pihak untuk melakukan Investigasi mendalam terhadap penembakan dua guru yang merupakan pengajar. Menurut saya mereka harus diberikan kebebasan  dan penghargaan karena mereka juga adalah bagian dari masyarakat sipil yang sama sekali tidak punya senjata dan tidak tau masalah apa-apa.

Saya sebagai pembela HAM sangat menyesal tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh OPM, yang mengorbakan kedua guru, yang sama sekali tidak tahu masalah apa-apa. Apa untungnya menembak warga masyarakat sipil yang nota benenya tidak tahu masalah ?

Sebagai warga negara mereka juga punya hak hidup yang sama dengan kita, sebagai warga negara mereka juga punya hak hidup di seluruh Indonesia termasuk Tanah Papua.  Mereka datang untuk membangun sumber daya manusia di tanah Papua, kok mereka ditembak? Menurut saya adanya guru maka kita bisa menjadi pintar dan menjadi orang-orang hebat di tanah ini, untuk membangun Papua

Seharusnya guru diberikan kebebasan  sehingga bebas mejalani tugas dan tangung jawab mereka  sebagai guru. Oleh karena itu mereka harus bebas  dan dihargai dan dihormati oleh semua orang termasuk OPM. Kedatangan mereka di Beoga, mereka ingin membangun sumber daya manusia, pendidikan di tanah Papua lebih khusus Kabupaten Puncak.

Perlu ketahui bahwa tanpa guru pendidikan di Papua tidak bisa maju. Oleh karena itu semua orang punya kewajiban untuk menjaga dan melindungi mereka sekalipun mereka adalah masyarakat Non Papua, sehingga hubungan masyarakat asli Papua dan masyarakat warga Non Papua memiliki hubungan yang sangat harmonis dan membangun keberadaban di tanah Papua.

Menurut saya kalau memang penembakan itu diduga dilakukan oleh OPM/TPNPB adalah  tindakan yang tidak terukur dan tindakan itu merugikan anak-anak sekolah, karena tanpa guru sekolah tidak akan berjalan dengan lancer. Semua murid akan menjadi bodoh karena tidak belajar dengan baik. Seharusnya guru-guru tidak perlu ditembak dan menurut saya, tindakan ini, tidak manusiawi.

Saya melihat dan membaca bahwa penembakan ini diduga dilakukan oleh OPM/TPNPB, dan menurut saya kalau misalnya itu betul dilakukan oleh OPM atau TPNPB sangat menciderai perjuangan mereka  yang selama ini berjuang untuk  Papua merdeka di mata internasional.

Sebagai pembela HAM sangat menyesal tindakan yang dilakukan oleh aparat TNI/Polri dan OPM/ TPNPB yang selalu sangat tidak profesional, menurut saya seluruh tindakan ini harus dipertangun jawabkan secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Saya sebagai pembela ham mengutuk keras karena tindakan yang dimaksud tindakan yang sangat tidak manusiawi, karena menghilangkan nyawa orang, karena yang bisa mencabut nyawa manusia adalah hanya Tuhan bukan manusia atau dari kelompok manapun. Saya sangat menyesal atas kejadian penembakan terhadap kedua guru di Beoga. Masa depan pendidikan anak-anak Kabupaten Puncak Papua akan tertinggal jauh.

Sebenarnya Guru harus dan wajib dilindungi semua orang. Mereka tidak bisa diperlakukan begitu karena guru-guru mencerdaskan anak-anak Papua untuk menjadi pintar dan kemudian membangun Puncak dan Papua pada umumnya. Tapi kemudian terjadi seperti ini bagimana Papua mau maju dan saya pikir akan tertinggal jauh.

Menurut saya pelaku penembakan terhadap Oktovianus harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku, karena tindakan yang dilakukan adalah tindakan melanggar hukum dan menghilangkan nyawa orang, sehingga dapat dipertanggungjawabkan di depan hukum. 

Kalau memang pelakunya adalah  OPM mereka harus mepertanggungjawabkan atas perbuatanya. Oleh karena itu Polda Papua harus mempersiapkan langkah-langkah hukum.

Sebagai Direktur Eksekutif Yatasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua,  saya sampaikan bahwa pemerintah yang dikendalikan Presiden Rebuplik Indonesia  Ir Joko Widodo, harus membuka diri dan mencari format-format baru untuk nenyelesaikan pertumpahan darah yang terjadi di tanah Papua, sehingga penembakan yang terjadi selama ini  dapat diakhiri.

Pemerintah harus membuka mata dan telinga, jangan menjadi bisu, dan tuli terhadap peristiwa-peristiwa di tanah Papua. Silakan buka ruang dialog yang bermartabat dan berwibawa.

Menurut saya atas tindakan pembunuhan terhadap kedua guru di Beoga, perlu ada tim investigasi, yang dikendalikan oleh Pemerintah Provinsi. sehingga hasil investigasi yang dimaksud dibawa ke jakarta ( Pemerintah Pusat ) agar supaya bisa ada upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah pusat.

 Tim yang dimaksud dibentuk secara independen dan profesional, sehingga harus melibatkan pihak Gereja, LSM, Komnas HAM, termasuk pemerhati HAM. sehingga kerja juga dapat terukur dan profesional.

Wamena, 11 April 2021

Theo Hesegem

Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela HAM Sedunia)




Bagikan :