SRhi3DevHyQ
Kronologi Tenggelamnya KM Usaha Baru di Perairan Amar
Bagikan :

Papua60detik - Andreas Ridwan May, salah satu ABK KM Usaha Baru mengisahkan bagaimana kapal yang mengangkut 18 penumpang itu mengalami kecelakaan di perairan Amar pada Selasa (5/7/2022) kemarin.

Di hari nahas itu, KM Usaha Baru bergerak dari Yapakopa ke arah Timika, tapi tiba di sekitar muara Amar, kapal menabrak bantalan pasir yang Andreas sebut sebagai tandusan.

"Setelah melintang di tandusan, dalam hitungan detik gelombang pertama, kamar terlepas dan jebol. Gelombang kedua lewat palka menghantam bagian depan kapal mengakibatkan mesin mati. Kami tidak bisa bergerak lagi. Dari situ gelombang hantam kiri dan kanan," cerita Andreas usai tiba di Dermaga SAR Timika di Pomako, Jumat (8/7/2022).

Setelah dihantam gelombang pertama, Andreas sempat membagikan sekitar 10 life jacket atau jacket pelampung dan tiga ban pelampung ke para penumpang.

Gelombang yang terus menghantam kapal membuat para kru dan penumpang terlempar. Masing-masing menyelamatkan diri berusaha berenang ke tepian.

"Yang lain pakai jaket pelampung yang lain pakai papan berenang ke tepian. Kami berenang dari jam 3, ada yang sampai jam 8 malam, ada yang jam 7 malam. Kita (penumpang selamat) ketemu setelah tiba di daratan," cerita Andreas.

Mereka di tepian pantai sampai pagi. Masyarakat yang melintas lalu mengantarnya ke perkampungan di Amar.

7 korban berhasil selamat dalam kecelakaan itu termasuk seorang balita. Sementara 11 penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian Tim Gabungan SAR Timika.

Jumat (8/7/2022), pencarian terhadap 11 korban yang masih hilang telah memasuki hari ketiga. Tim Gabungan SAR Timika akan menyusuri area tanjung amar, sekitar pinggir pantai.

Perencanaan operasi dibuat berdasarkan perkiraan data pasang surut air dari BMKG dan perhitungan arah angin.

"Mudah-mudahan dalam perencanaan operasi yang matang, didukung SDM yang siap, peralatan dan cuaca yang mendukung, mudah-mudahan operasi ini bisa menemukan korban di dievakuasi dalam kondisi selamat," kata Kepala Kantor SAR Timika, George LM Randang. (Burhan)


Video Terbaru