Antisipasi Super Flu, Puskesmas Timika Terapkan Skrining Ketat
Papua60detik - Fenomena infeksi pernapasan akut atau super flu kembali menjadi sorotan yang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat baru beberapa tahun terlepas dari pandemi corona virus.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesp2kb) juga sudah menerbitkan surat edaran kewaspadaan dini sebagai langkah-langkah preventif dibtingkat komunitas dan fasilitas layanan kesehatan.
Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin menyebut belum ada laporan kasus super flu yang diterima dari fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Mimika.
Namun, Ia meminta masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan seperti seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker jika mengalami gejala gangguan pernapasan, dan menghindari kontak dekat dengan individu yang mengalami demam, batuk, atau sesak napas.

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung, foto: Martha/Papua60detik
Hal yang sama disampaikan Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung. Ia mengatakan meskipun belum ada kasus terdeteksi di wilayah kerja Puskesmas Timika, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya isu penyakit super flu.
Katanya, sejak peringatan dari Kementerian Kesehatan terkait super flu, layanan Puskesmas Timika sudah siap dan memperketat skrining. Setiap pasien dengan gejala flu langsung ditelusuri seperti saat penanganan Covid-19. Pasien akan ditelusuri riwayat perjalanan satu minggu terakhir.
"Memang karena sudah ada imbauan untuk kewaspadaan, jadi sebenarnya sistemnya, kan kita sudah pengalaman pada saat kasus Covid-19 kemarin. Jadi kalau ada kasus seperti itu kita tidak kaget lagi," ujar dr Moses Untung saat diwawancarai, Senin (19/01/2026).
Ia mengingatkan masyarakat tidak panik. Akan tetapi harus kembali menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat yang pernah dilakukan saat pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker saat berada di keramaian, rajin mencuci tangan, dan menjaga daya tahan tubuh.
"Kita sebenarnya bisa belajar dari Covid -19. Melalui kasus Covid itu kan kita sudah sering edukasi masyarakat kalau memang pergi ke keramaian sebaiknya pakai masker dan mencuci tangan. Jangan hanya pas Covid-19 saja kita rajin cuci tangan," pungkasnya. (Martha)