Dinkes Mimika Gagal Capai Target 2 Juta Tes Malaria
Ilustrasi pemeriksaan malaria. Foto: Canva
Ilustrasi pemeriksaan malaria. Foto: Canva

Papua60detik - Dinas Kesehatan Mimika mencatat kasus malaria naik dari tahun 2024 yaitu 161.398 kasus menjadi 182.980 kasus di tahun 2025. Jumlah pemeriksaan juga meningkat signifikan, dari 704.671 tes menjadi 1.114.175 tes

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Kamaludin, mengatakan meskipun kasus naik, namun secara positivity rate sebenarnya turun, yaitu 22,9 persen menjadi 16,4 persen. 

"Angka kasusnya naik karena memang pemeriksaannya lebih gencar. Tetapi kalau misalnya kita bandingkan dengan angka positivity rate-nya sebetulnya kita itu turun," ujar Kamaludin saat diwawancarai beberapa hari yang lalu. 

Di tahun 2025, Kementerian Kesehatan memberi target Kabupaten Mimika untuk melakukan dua juta tes malaria. Kamaludin lantas menuding kurangnya partisipasi masyarakat sebagai biang.

Ia menyebut, banyak masyarakat enggan diperiksa malaria. Padahal setiap penduduk diharuskan melakukan pemeriksaan minimal 6 kali per tahun untuk menurunkan kasus.

Ia pun mengimbau, agar masyarakat lebih proaktif dengan rutin periksa malaria di klinik maupun di Puskesmas. 

"Kita ingin orang -orang yang di Timika ini yang ada gejala atau tidak ada gejala semua harus kita periksa. Ketika dia sakit, kita obati sehingga dia tidak jadi sumber penularan bagi orang lain," tambahnya. 

Untuk tahun 2026, Dinkes Mimika kembali menargetkan dua juta tes malaria yang sudah dimulai sejak awal Januari. Semakin gencar melakukan promosi, menggandeng program dari instansi lain, pengendalian vektor nyamuk, pembagian kelambu, dan fogging. 

"Kita berharap tesnya lebih masif dan lebih bagus. Saya berharap juga masyarakat mau diperiksa. Mengontrol nyamuk ini kan susah, jadi yang bisa kita intervesi adalah parasit di tubuh manusia yang harus kita kurangi," pungkasnya. (Martha)