Distribusi Kelambu Gratis Terkendala Uang
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Obet Tekege
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Obet Tekege

Papua60detik - Upaya Dinas Kesahatan (Dinkes) Mimika menekan kasus malaria melalui pembagian kelambu gratis kepada masyarakat, nyatanya belum berjalan baik.

Dari 23 Puskesmas, lima Puskesmas di wilayah pegunungan yakni Arwanop, Hoya, Alama, Jila, dan Tsinga dilaporkan belum mendistribusikan kelambu karena terkendala dana pendistribusian.

Padahal  Kemenkes hanya memberikan target hingga akhir November ini.

“Penyaluran kelambu kalau di kota sudah dilakukan, pedalaman masih belum karena masih terkendala dana distribusinya,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Obet Tekege kepada Papua60detik, Senin (02/11/2020).

Ia mengatakan akan terus mengupayakan agar lima Puskesmas yang tersisa bisa segera menyelesaikan tugas karena kelambu sangat penting untuk mencegah gigitan nyamuk.

“Kalau tidak ada gigitan nyamuk di tubuh manusia, otomatis bisa menurunkan kasus malaria,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pendistruibusian kelambu sudah ada sasarannya. Contonhya di wilayah kota yang memilki sekitar 111 titik distribusi.

Petugas Puskesmas akan turun ke titik-titik yang telah ditentukan sesuai jumlah penduduk. Pembagian dilakukan berdasar kelompok tidur pada setiap rumah, bukan jiwa.

“Jadi berdasarkan kelompok tidurnya, sebelum kita berikan  kita lakukan kampanye kelambu, bagaimana cara memasangnya, dan lainnya. Untuk berapa jumlah yang sudah kita distribusikan dan yang akan itu belum kita ketahui karena masing-masing Puskesmas itu berbeda-beda,” katanya. (Anti Patabang)