Freeport Juara Umum IMERC 2026
Penyelamat dari Tim Rescue PTFI saat berada di ketinggian bersama korban yang ada di dalam tandu dalam nomor vertical rescue ajang IMERC 2026 di GRN, Balikpapan. ANTARA/Novi Abdi
Penyelamat dari Tim Rescue PTFI saat berada di ketinggian bersama korban yang ada di dalam tandu dalam nomor vertical rescue ajang IMERC 2026 di GRN, Balikpapan. ANTARA/Novi Abdi

Papua60detik - PT Freeport Indonesia (PTFI( kembali keluar sebagai juara umum pada ajang Indonesia Mining Emergency Response Community (IMERC) 2026 di Garuda Rescue Nusantara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kemenangan tersebut mengulang capaian tahun lalu ketika PTFI menempati posisi teratas pada kompetisi tanggap darurat pertambangan tersebut

PTFI tampil dominan pada beberapa nomor utama, termasuk Road Crash Rescue, Structural Fire Fighting, dan Under Water Rescue. Ketiga nomor tersebut menjadi penentu kemenangan karena menuntut ketepatan prosedur, kecepatan penanganan, serta koordinasi tim dalam kondisi berisiko tinggi.

Vice President Mining Safety Division PTFI Eman Widijanto menyampaikan capaian tersebut diraih ketika perusahaan masih dalam tahap pemulihan pasca-insiden September tahun lalu.

Ia menyebut sekitar 11 kilometer terowongan masih tertutup lumpur, tujuh pekerja meninggal dalam insiden tersebut, dan kondisi operasional perusahaan baru mencapai sekitar 65 persen.

“Prestasi ini dicapai saat Freeport masih berjuang untuk bangkit,” katanya, Minggu (9/8/2026) seperti dilansir ANTARA.

Sementara posisi kedua ditempati Berau Coal, yang mencatat hasil kuat pada dua nomor teknis, yakni Vertical Rescue dan Theory Test.

Berau Coal menunjukkan peningkatan performa dibandingkan tahun sebelumnya dengan menyelesaikan skenario ketinggian secara stabil dan mencatat nilai teori tertinggi di antara seluruh peserta.

Di posisi ketiga, Cipta Kridatama (CK) mempertahankan konsistensi sebagai salah satu tim dengan kemampuan teknis yang stabil. CK tampil kompetitif pada beberapa nomor yang menuntut koordinasi cepat, meski tidak mengungguli Freeport dan Berau Coal pada kategori penentu.

Ketua Panitia Pengarah IMERC 2026 dr David Winowatan menjelaskan skenario vertical rescue menjadi salah satu tantangan yang paling menarik perhatian peserta dan penonton.

Ia menyebut skenario tersebut disusun berdasarkan insiden nyata yang pernah terjadi, termasuk penyelamatan korban jatuh di medan terjal.

"Kita memang usahakan skenario kejadian dari peristiwa nyata,” katanya.

Tim tamu dari Australia, Northern Star Resources, meraih juara harapan pada dua nomor, yaitu Road Crash Rescue dan Confined Space Rescue. Peserta Australia menilai skenario penyelamatan bawah tanah dan ruang terbatas memberi pengalaman baru karena tidak termasuk dalam standar pelatihan penyelamatan tambang di negara mereka.

Selain kompetisi, IMERC 2026 menghadirkan Incident Management Training (IMT) yang diikuti 140 peserta dari berbagai perusahaan. Pelatihan tersebut menghadirkan instruktur dari Australia dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang tanggap darurat.

Panitia berharap IMERC 2026 dapat memperluas manfaat bagi industri pertambangan dengan memperkuat kompetensi tim penyelamat serta memperluas kerja sama internasional dalam penanganan kedaruratan. (Redaksi)