Galian C dan Mata Pencaharian Warga, Komisi IV DPRK Mimika Dorong Jalan Tengah
Papua60detik – Komisi IV DPRK Mimika melakukan meninjau langsung aktivitas galian C yang masih beroperasi di dalam wilayah Kota Timika, tepatnya di sekitar Jembatan Selamat Datang, Kelurahan Timika Jaya (SP2), Selasa (20/1/2025). Aktivitas galian tersebut selama ini kerap dikeluhkan masyarakat, namun hingga kini masih terus berjalan.
Kunjungan lapangan dipimpin Ketua Komisi IV DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, didampingi anggota Komisi IV, Darwin Rombe, Abrian Katagame, dan Yosep Erakepia. Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan aspirasi warga terkait dampak lingkungan serta kenyamanan masyarakat sekitar.
Dalam pertemuan di lokasi, perwakilan salah satu pemilik galian C, Musa Dendegau, menyampaikan lokasi galian C tersebut merupakan sumber mata pencaharian keluarga dan warga sekitar. Ia menyatakan pada prinsipnya tidak menolak rencana penutupan, namun berharap pemerintah menyiapkan alternatif yang jelas agar ekonomi masyarakat tidak terputus.
“Saya tidak melarang kalau mau ditutup. Tapi kalau pemerintah mampu bangun talut wisata, kolam pemandian atau pemancingan, saya siap lepas. Kalau tidak mampu, saya tidak akan lepas,” tegas Musa.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Bupati Mimika Johannes Rettob sempat meninjau lokasi galian C pada tahun 2025. Dalam kunjungan tersebut, persoalan yang sama telah disampaikan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata, sehingga aktivitas galian masih terus berjalan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRK Mimika Elinus Balinol Mom mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat sekaligus penjelasan dari pihak pengelola.
“Hari ini kami turun langsung ke lokasi galian C milik Musa Dendegau dan Wilian Dendegau. Keluhan masyarakat sudah sampai ke kami, dan dari pihak pengelola juga menyampaikan kesiapan untuk menutup lokasi ini apabila ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” ujar Elinus.
Ia menjelaskan, pihak pengelola mengusulkan agar area tersebut ke depan dapat direlokasi atau dialihfungsikan menjadi kawasan pariwisata, kolam pemancingan, atau usaha produktif lainnya yang dapat dikelola masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Dari DPRK, khususnya Komisi IV, kami akan menyampaikan hal ini kepada pemerintah agar dapat dicari solusi terbaik, berupa program-program yang berkelanjutan dan benar-benar membantu masyarakat sekitar,” tambahnya.
Komisi IV DPRK Mimika menegaskan komitmennya untuk menjembatani kepentingan masyarakat, pengelola, dan pemerintah daerah, agar persoalan galian C dalam kota dapat diselesaikan tanpa mengabaikan aspek lingkungan maupun keberlanjutan ekonomi warga. (Faris)