Gelombang Tinggi 5 Meter Laut Arafuru Paksa Rombongan Gubernur Papua Selatan Bermalam di Muara Kali Bian
Papua60detik.id - Rombongan kunjungan kerja Gubernur Papua Selatan, Apollo Safanpo, ke Kampung Buepe, Distrik Kaptel, terpaksa bermalam di Muara Kali Bian setelah tiga speedboat yang mereka tumpangi gagal menembus ganasnya gelombang Laut Arafuru, Sabtu (13/9/2025).
Gelombang laut diperkirakan mencapai 4–5 meter, membuat perjalanan rombongan yang berjumlah 30 penumpang termasuk gubernur, serta 6 pengemudi speedboat, tidak bisa dilanjutkan meski sudah dua kali mencoba menerobos gelombang.
“Kami sudah mencoba dua kali, tapi gelombang terlalu tinggi dan sangat membahayakan,” ujar salah satu driver speedboat.
Seorang wartawan lokal Merauke, Abdulloh Adlan, yang ikut dalam rombongan, mengaku khawatir dengan situasi tersebut. Ia menyebut pengalaman ini menjadi momen pertamanya meliput di wilayah terpencil yang hanya bisa ditempuh 2,5 jam lewat laut atau 6 jam melalui jalur darat.
“Ini pengalaman pertama saya liputan di daerah terpencil. Jujur, sangat menegangkan,” ungkap Adlan.
Situasi sempat semakin dramatis ketika Kevin, salah satu driver, diminta mengganti posisi setelah percobaan pertama gagal. Namun, pada percobaan kedua, speedboat tetap tidak mampu menembus ombak tinggi. Demi keselamatan, seluruh rombongan akhirnya memilih bertahan dan bermalam di Muara Kali Bian.
“Pele sa pu anak baru satu tahun hari ini, jadi saya tidak mau mati tempo,” kelakar Kevin, mencoba mencairkan suasana.
Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pada insiden kecelakaan speedboat di Distrik Okaba beberapa waktu lalu yang menewaskan seorang anggota DPRD Papua Selatan dari Fraksi NasDem.
Kejadian ini menyoroti tingginya risiko transportasi laut di Papua Selatan, terutama di kawasan Laut Arafuru yang kerap dilanda cuaca ekstrem dan gelombang tak menentu. (Jamal)