Ratusan Warga Ikut Nobar Film 'Pesta Babi' di Nabire
Papua60detik - Ratusan Warga di jantung Ibu kota Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire ikut nonton bareng (Nobar) film 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' di Aula St. Yusuf Gereja Katholik KSK Sabtu (16/5/2026) sore.
Penonton nobar dari berbagai lembaga dan elemen masyarakat non OAP dan OAP.
Baca Juga: MRP Papua Tengah Jaring Aspirasi di Mimika
"Film ini menunjukan kontradiksi yang sengit antara kekuasaan yang disebut kolonialisme negara dan masyarakat yang terdampak atau rakyat tertindas. Masyarakat adat sebagai subjek yang terdampak," ujar Penanggap Nobar, Yohanes Gobai.
Katanya, film ini menginterupsi dan membuka pikiran, memberi jeda bahwa narasi tentang PSN adalah baik, positif itu tidak benar. Film ini menyajikan fakta lain yang berbanding terbalik bahwa Papua hari ini tidak baik-baik saja.
Pada posisi ini, film 'Pesta Bab' menjadi karya jurnalistik yang sesuai prinsip, berpihak kepada masyarakat. Posisi ini berbeda sebagian media yang lebih menonjolkan sisi positif PSN yang bermanfaat untuk sektor ekonomi rakyat, terutama masyarakat adat. Film 'Pesta Bab' mengambil posisi dari perspektif masyarakat adat yang terdampak.
"Tetapi berapa banyak media dan wartawan yang menyoroti sisi yang terdampak? mulai dari kerusakan ekologi, ketimpangan sosial akibat penggusuran dan pergeseran, kemiskinan, bahkan lebih parah adalah kehilangan sumber penghidupan masyarakat," katanya. (Elia Douw)