Ini Alasan Papua Jadi Prioritas Penataan Pelayanan MBG
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan. ANTARA/I.C. Senjaya
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan. ANTARA/I.C. Senjaya

Papua60detik - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) berkomitmen mempercepat penataan dan penyelesaian keberlanjutan lebih dari 13 ribu titik satuan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.  

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam konferensi pers selepas rapat terbatas Perbaikan Tata Kelola MBG di Jakarta, Rabu (29/7/2026), mengatakan pembenahan puluhan ribu titik pelayanan tersebut dibagi menjadi dua tahapan prioritas.

"Wilayah prioritas dengan angka stunting tinggi seperti Papua Pegunungan dan Nusa Tenggara Timur target penyelesaiannya dalam kurun waktu satu bulan," katanya seperti dilansir ANTARA.

Sementara itu, menurut dia sebagian besar titik pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) lainnya yang tersebar di Jawa dan Sumatera memerlukan waktu evaluasi hingga dua bulan mendatang guna memastikan kesiapan operasionalnya.

Rapat lintas kementerian/lembaga itu juga menyepakati target penyelesaian pemutakhiran data sebanyak 63 juta penerima manfaat serta reposisi sasaran penerima MBG akan rampung dalam tenggat waktu satu bulan.

"Perintah Bapak Presiden semua dikasih kecuali yang tidak mau misalnya SMA-SMA yang bagus, yang sudah sarapannya bagus, ya enggak apa-apa. Tapi bukan berarti pemerintah tidak mengasih, tidak. Memang itu bagian dari anak-anak kita yang sudah merasa cukup dan sudah punya apa namanya kemampuannya," kata dia menegaskan.  

Dia menambahkan, untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Sudaryono selaku Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru juga akan merevisi sejumlah regulasi operasional serta memaksimalkan koordinasi lintas 17 kementerian dan lembaga.

Dengan demikian, kata dia pemerintah optimistis berbagai tantangan terkait tata kelola MBG yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dapat teratasi. (Redaksi)