Kasatpolairud Merauke Soroti Seringnya ABK Nelayan Kabur
Papua60detik - Kapolres Merauke melalui Kasatpolairud, AKP Okto Samosir menyoroti kasus seringnya ABK kapal nelayan kabur saat tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Merauke.
Ia mengatakan, dari data yang diperolehnya, sejumlah ABK yang kabur lantaran sudah jenuh di laut.
"Secara manusiawi, bagaimana dia bisa tahan di laut hingga 5 bulan bahkan ada yang hampir setahun tidak melihat daratan sama sekali," kata Okto, Senin (5/9/2022).
Menurutnya, perusahaan kapal harusnya bisa memperhatikan kondisi ABK. Lamanya waktu melaut mencari ikan atau cumi-cumi mestinya harus diperhitungkan.
Bahkan tidak jarang ada ABK sakit, hanya karena tidak didukung dengan asupan makanan yang memadai dan jam istirahat yang cukup.
"Ini kami peroleh dari sejumlah ABK yang tidak mau naik kembali ke atas kapal, setelah berlabuh di Pelabuhan Perikanan Nusantara. Mereka lebih memilih mencari pekerjaan di darat, sekalipun kerja serabutan dan tidak memikirkan lagi soal perjanjian kontrak kerja," ujarnya.
Ia berharap dinas terkait ikut memikirkan hal tersebut dan mencari jalan keluar yang tepat. Sebelum pergi melaut, dinas terkait sebaiknya melakukan pengecekan kesiapan para ABK.
Persoalannya, setiap ada kasus ABK kabur maupun yang meninggal di atas kapal, Satpolairud Merauke kesulitan mengakses pemilik kapal karena mereka berada di luar Papua.
“Saya harap ini menjadi perhatian kita bersama. Karena ini bukan pertama kali terjadi, tapi sudah berulang," harapnya. (Ami)