KNPB Timika Desak Solusi Damai: Sudah 125 Ribu Warga Papua Mengungsi
Unjuk rasa KNPB Timika di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik
Unjuk rasa KNPB Timika di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8/2026). Foto: Eka/ Papua60detik

Papua60detik - Ketua KNPB Timika, Yanto Awerkeon, menyerukan pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata untuk mengakhiri konflik kemanusiaan yang terus terjadi di Tanah Papua. Menurutnya, pendekatan keamanan semata tidak akan menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Yanto meminta Presiden Prabowo Subianto tidak lagi mengedepankan pengiriman pasukan ke Papua untuk menghadapi TPNPB. Ia menilai situasi tersebut justru berdampak pada masyarakat sipil yang merasa terancam, dan meninggalkan kampung halaman mereka.

"Yang dibutuhkan rakyat Papua saat ini adalah solusi damai, agar masyarakat dapat hidup aman, damai, dan sejahtera di atas tanahnya sendiri," ujar Yanto usai aksi mimbar bebas di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8/2026).

Ia menyebut, jumlah warga sipil yang mengungsi di seluruh Tanah Papua kini mencapai 125.931 orang.

Selain itu, Yanto menyebut korban konflik sepanjang periode 2018 hingga 2026, yaitu 503 warga sipil meninggal dunia, sekitar 300 anggota TPNPB meninggal, dan 162 prajurit TNI-Polri turut kehilangan nyawa.

Yanto berharap tidak ada lagi korban berjatuhan akibat konflik di Papua, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat non-OAP.

Ia mendesak Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap persoalan kemanusiaan tersebut dan mengupayakan penyelesaian yang mengedepankan dialog serta perdamaian. (Eka)