Puskesmas Timika Benarkan Alat Rapid Test Sempat Kosong
Alat pemeriksaan rapid test antibody
Alat pemeriksaan rapid test antibody

Papua60detik- Baru dua hari pemberlakuan tarif baru rapid test di sembilan Puskesmas, justru beredar surat pengumuman yang berisi alat rapid test antibody di Puskesmas Timika habis pada Kamis (22/10/2020)

Kepala Puskesmas Timika, dr Moses Untung membenarkan stok alat rapid testnya sedang kosong bahkan pada sehari sebelumnya.

Surat pengumuman itu sengaja dibuat agar warga untuk sementara tak datang ke Puskesmas Timika jika ingin mendapat pelayanan rapid test antibody.

Pasalnya sehari sebelumnya, sekitar 40 warga datang di Puskemas Timika dan marah karena tidak mengetahui alat rapid test antibody sedang kosong.

Mengatasi hal itu, pihak Puskesmas terpaksa menggunakan rapid test antigen yang sebenarnya disiapkan khusus untuk pelaku perjalanan dalam pemantauan.

"Hari ini kami tidak melayani rapid test karena stok rapid test yang tersedia hanya untuk pemantauan pelaku perjalanan yang hasil rapid tes (antibody) pertamanya reaktif," ungkapnya.

Ia mengatakan pelayanan rapid test akan kembali dibuka Jumat (23/10/2020). Puskesmas Timika telah mengirimkan permintaan 200 buah alat rapid test ke Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Kabupaten Mimika.

“Kita tetap akan melakukan pelayanan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan. Kita tidak batasi juga, tapi kalau tidak tersedia kita mau ambil dari mana karena setiap hari itu bisa 50 sampai 100 orang,” ungkapnya.

Agar tidak mengganggu pelayanan pasien, Puskesmas Timika membuka pelayanan rapid test pada pukul 11.00 sampai 14.00 WIT.

Ke depan ia berharap kekosongan stok rapid test tidak terulang lagi. Persediaan rapid test di sembilan Puskesmas harus jadi perhatian pemerintah, jika tidak maka Puskesmas jadi sasaran kemarahan warga, khususnya calon pelaku perjalanan.

"Jangan sampai seperti yang Rp600 ribu kemarin, kita hanya mampu sekitar satu bulan setelah itu kosong,” pesannya.

Dinkes Mimika Klaim Stok Rapid Tes Masih Aman

Sementara itu, Dinas Kesehatan Mimika mengklaim alat rapid tes masih tersedia.

Terkait kekosongan rapid test di Puskesmas, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, sudah menguhubungi Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Mimika.

"Saya sudah hubungi IFK dan mereka bilang sedang dalam proses permintaan, persoalan nya adalah terkadang Puskesmas yang tidak meminta," ujarnya saat ditemui wartawan di Jalan Yos Sudarso, Kamis (22/10/2020).

Rey menjelaskan, saat ini ada dua alat rapid test yang digunakan yakni rapid test antibodi dan antigen. Bagi pelaku perjalanan akan digunakan rapid test antibodi. Bagi yang  reaktif rapid test antibodi dan mereka yang berstatus kontak erat akan dirapid test antigen.(Anti Patabang/ Fachruddin Aji)