Sikap Tak Percaya Persulit Kerja Tim Tracing Contact Covid
Ilustrasi covid-19
Ilustrasi covid-19

Papua60detik - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menghadapi tantangan yang sulit yakni banyaknya warga yang tak percaya covid benar-benar ada.

Akibat dari ketidakpercayaan itu petugas kerap mendapat ancaman terutama mereka yang berada di lapangan, Tim Tracing Contact atau Tim Penyelidikan Epidemiologi.

"Bentuk ancamannya itu berupa pelemparan pakai batu. Belum sampai penjelasan soal covid, saya sudah disebut sebagai Tuhan karena menentukan orang covid atau tidak," ungkap Koordinator Tim Tracing Contact Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Obet Tekege, Senin (02/11/2020).

Lanjutnya, ancaman tidak berhenti sampai disitu, Obet mengaku, ada masyarakat bahkan mencaci dengan kata-kata kasar.

"Mereka menantang dengan cacian. Kemudian saya juga diancam, rumah saya akan dirusak. Di balik semua itu saya selalu berpesan kepada tim untuk tidak menyerah, ancaman itu anggap saja hal biasa," jelasnya.

Ia melanjutkan, pada satu kasus, pihaknya bersama petugas Puskesmas turun ke salah satu kampung dan ditolak oleh masyarakat di sana. Warga enggan mendekat apalagi diwawancara.

Ditanya mengenai solusi, pihaknya hanya bisa bekerjasama dengan Puskesmas setempat mengawasi daerah-daerah yang melakukan penolakan.

"Solusinya yah kita pantau saja, bekerjasama dengan Puskesmas setempat. Kalau memang ada yang gejala batuk, pilek terus ada tidak kematian," ungkapnya.

Kendati demikian menurut Obet, sejauh pantauan dengan Puskesmas setempat, belum terjadi kasus kematian maupun gejala covid-19 ditempat yang warganya melakukan penolakan.

"Penolakan itu terjadi di daerah Kwamki Lama, SP 7, Bintuka, SP 13, kemudian ada juga beberapa rumah kost yang tidak mau menemui kami karena takut ada stigma buruk dari warga sekitar," sebutnya.

Obet berharap, kepada masyarakat agar terbuka dan rela melakukan pemeriksaan apabila sudah terdapat gejala agar segera ditangani untuk menghentikan terjadinya penyebaran.

"Masyarakat harus rela, karena ini demi kesehatan bukan saja individu tetapi juga masyarakat," tegasnya. (Fachruddin Aji)