Timika Sering Hujan, BMKG Sebut Belum Puncaknya
Forecaster BMKG Mimika Dwi Kristanto, foto; Martha/Papua60detik
Forecaster BMKG Mimika Dwi Kristanto, foto; Martha/Papua60detik

Papua60detik - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Timika mencatat intensitas hujan di Kabupaten Mimika pada Mei cukup tinggi, mencapai 447 milimeter. Sedikit lebih rendah dari  April yaitu 500 ml. 

Forecaster BMKG Mimika Dwi Kristanto mengatakan meskipun sering terjadi hujan, sebenarnya puncak hujan ada di Juni hingga September. 

Kondisi hujan ringan sering terjadi dan menurutnya normal. Sebab biasanya cuaca di Timika pengaruh lokalnya kuat atau dipengaruhi kondisi geografis dan topografi daerah seperti letak pengunungan dan lautan. 

"Karena faktor lokalnya kuat, jadi sifatnya berulang dari tahun ke tahun. Juni ke September musim hujan, Oktober ke Mei kemarau. Pada bulan Mei ini pada malam hari sifat hujannya ringan kadang sampai dini hari," terang Dwi saat diwawancarai, Selasa (13/05/2025). 

Dwi menjelaskan, Timika berpotensi mengalami kemarau apabila intensitas monsun Australia atau yang dikenal dengan angin timuran kuat. Namun, karena angin Australia tersebut lemah maka pengaruh faktor lokal yang lebih dominan. 

Musim di Timika dipengaruhi oleh angin baratan dan angin timuran. Angin baratan berhembus dari arah barat biasanya membawa musim hujan. Sementara angin timuran yang berasal dari Australia biasanya membawa musim kemarau. 

"Timika bisa mengalami musim kemarau kalau intensitas angin Australia kuat. Tetapi karena sekarang ini monsun Australia lemah, maka lokalnya yang bermain," tambahnya. 

Suhu saat ini rata-rata maksimal berada pada 33° Celcius dan paling rendah pada 22° Celcius. Sementara gelombang lautan diprediksi aman satu minggu ke depan, berada pada ketinggian 0,5 meter. 

"Meskipun tinggi gelombang sedang, tapi untuk kapal-kapal nelayan yang kecil perlu waspada dengan gelombang ini," pungkasnya. (Martha)