Barantin Papua Tengah Perketat Pengawasan Hewan Jelang Idul Adha
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, foto: Martha/Papua69detik
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, foto: Martha/Papua69detik

Papua60detik - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Papua Tengah  terus berupaya memaksimalkan pengawasan pemasukan sapi dari luar daerah terutama menjelang Idul Adha ini. 

Baru-baru ini, Karantina Papua Tengah musnahkan satu ekor sapi yang masuk ke wilayah Timika tanpa dilengkapi dokumen karantina.

Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra menyebut pemusnahan dilakukan sebagai langkah terakhir untuk melindungi wilayah. Sapi tanpa dokumen berpotensi membawa penyakit berbahaya bagi hewan dan manusia serta berdampak pada ekonomi daerah. 

"Karena konsen kita di sapi itu ada penyakit yang namanya mulut dan kuku yang sampai saat ini kita coba jangan sampai proses penularannya sampai di Timika. Kita mencoba menjaga sumber daya alam itu dari penyebaran penyakit," ujar Anton saat diwawancarai, Rabu (13/05/2026).

Dalam pengawasan, Barantin Papua Tengah menempatkan personel di lima lokasi kerjanya yaitu Pelabuhan Pomako, Pelabuhan Amamapare, Pelabuhan Samabusa, Bandara Mozes Kilangin, dan Bandara Douw Atuture, Nabire. 

Selain sapi, Barantin juga bertanggung jawab mengamankan satwa liar dan langka, serta tanaman liar dan tanaman langka. Hal ini dilakukan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum. 

"Hal itu juga sesuai dengan instruksi presiden terkait pengendalian, penyimpangan dan penyelundupan yang mana itu juga menjadi konsen saat ini terutama dari kami sektor kekarantinaan," pungkasnya. (Martha)