Buntut Konflik Dua Suku di Nabire: 2 Nyawa Melayang, 8 Luka-luka & Puluhan Rumah Dibakar
Papua60detik – Pertikaian antar kelompok warga dari Suku Mee dan Suku Dani di Nabire telah mengakibatkan dua nyawa melayang, delapan orang luka-luka dan puluhan rumah dibakar.
Pertikaian itu sendiri persoalan tapal batas tanah adat di Kampung Urumusu Distrik Uwapa Nabire.
Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya mengatakan, korban yang terluka rata-rata terkena panah. Mereka telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Sementara warga yang rumahnya dibakar kini berada di Kantor Koramil Siriwo dan Polsub Sektor Siriwo untuk berlindung. Sebagian lagi mengungsi ke rumah keluarga serta kerabat.
Ia mengatakan bakal menindak tegas para pelaku utama dari kejadian pembakaran. Kapolres mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak kembali melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kami juga meminta kepada para tokoh maupun yang diberikan tanggung jawab di masing-masing kelompok untuk bisa membantu kami dalam mengendalikan warganya sehingga keamanan dapat tercipta di Kabupaten Nabire serta aktivitas dapat berjalan kembali seperti pusat perbelanjaan, perkantoran dan sekolah-sekolah,” katanya, Jumat (9/6/2023)..
Pada Sabtu (10/6/2023) Wakapolres Nabire Kompol I Wayan Laba juga telah melakukan pertemuan dengan tokoh Suku Mee di Topo Polsek Uwapa.
"Kedua belah pihak telah mengalami korban dalam insiden ini, namun jika tindakan semacam ini terus terjadi, maka pertikaian lebih lanjut dapat terjadi," kata Wakapolres.
Setelah berkoordinasi, personel Polres Nabire diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan pengamanan dan penyelidikan di tempat kejadian.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan, pasca kejadian, situasi di sekitar lokasi relatif kondusif.
“Kami mengimbau kepada kedua belah pihak yang bertikai agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, upaya mediasi yang saat ini tengah dilakukan oleh aparat keamanan bersama pemerintah daerah serta para tokoh setempat masih terus dilakukan guna mencari solusi terbaik untuk mengakhiri konflik ini,” terang Kabid Humas. (Eka)