Gangguan Keamanan di Nduga, Ratusan Warga Mengungsi ke Kota Kenyam
Papua60detik - Pasca kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Yotam Bugiangge di Kampung Nogoloit, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (25/5/2023) dan Senin (30/5/2023), membuat warga yang tinggal di lokasi tersebut memilih untuk mengamankan diri ke dalam Kota Kenyam.
Tercatat, ada 156 warga Nogoloit kini berada di Gereja Siloam setelah berhasil dievakuasi tim gabungan.
"Ada 156 warga Nogoloit mengamankan diri ke Kenyam, mereka sementara ditampung di Gereja Siloam," ujar Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (31/5/2023).
Menurut dia, warga takut untuk tetap tinggal di rumahnya masing-masing, karena sebelum terjadi kontak tembak pada Senin lalu, KKB sempat masuk ke toko-toko untuk meminta sejumlah uang kepada warga.
Karenanya kemudian warga meminta aparat keamanan untuk mengevakuasi mereka ke dalam kota Kenyam agar mereka tidak menjadi korban KKB.
"Mereka (KKB) sempat masuk ke toko terus todong senjata untuk minta uang," kata Rio.
Dari Polres Nduga, terang Rio, telah memberi bantuan bahan makanan untuk para warga.
"Sementara kami akan tingkatkan patroli dan lebih fokus melakukan penegakan hukum," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Kontak tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terjadi di Kampung Nogoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Jumat (26/5/2023) dan Senin (29/5/2023).
Aparat keamanan kemudian berhasil menangkap anggota KKB berinisial MK yang diduga ikut terlibat dalam aksi pembunuhan 11 warga di Kampung Nogoloit pada September 2011. Selain itu, aparat juga menangkap TK yang diduga menjadi simpatisan KKB. (Amma)