IKT Nduga Gelar Raker untuk Pertama Kali
Tabuh tifa menandai pembukaan Raker IKT Nduga yang dimulai, Rabu (7/6/2023). Foto: IKT Nduga
Tabuh tifa menandai pembukaan Raker IKT Nduga yang dimulai, Rabu (7/6/2023). Foto: IKT Nduga

Papua60detik - Setelah tiga tahun dibentuk akhirnya Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nduga melaksanakan rapat kerja (Raker) selama dua hari dimulai Rabu (7/6/2023) di aula SMP Negeri Kenyam. 

Raker yang pertama kali digelar itu mengangkat tema ‘Membangun Persatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman’. Edi Rante Tasak

Ketua IKT Nduga, Paulus Pong Sapan mengakui, sejak berdirinya IKT Nduga, kepengurusan berjalan apa adanya karena belum ada program kerja, sehingga hal inilah yang mendorong pengurus untuk melakukan Raker.

“IKT Nduga ini masih Balita karena baru 3 tahun. Selama usia Balita ini banyak hal-hal yang kami perlu perbaiki ke depan.

Ini adalah raker pertama kami. Baru tahun ini kita akan menyusun Proker kita sehingga ke depan kita bisa evaluasi,” jelasnya.

Ia mengajak semua warga IKT Nduga yang kini sudah beranggotakan kurang lebih 500 jiwa terus mengedepankan persatuan, saling bergandengan tangan dan bahu-membahu sebagaimana simbol orang Toraja ‘Misa Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate’.

“Persekutuan IKT ini harus dibangun dengan baik. Harus bersatu. Sekecil apapun peran atau kehadiran kita, kita sudah membuat kontribusi untuk sesuatu yang kuat. Semua harus dihargai, semua berarti,” tegasnya.

Ia mengingatkan jika IKT adalah organisasi yang tidak terlepas dari pemerintah, karena pemerintah adalah pembina keorganisasian, sehingga ia berharap program kerja yang dihasilkan pun harus sejalan dengan pemerintah.

Ketua IKT Provinsi Papua, Edi Rante Tasak yang sengaja datang dari Jayapura berharap ke depan IKT Nduga bisa terus berjalan sebagaimana IKT lain yang ada di Papua. Ia menyanjung pengurus dan tetua IKT Nduga adalah orang-orang hebat.

Ia menjelaskan jika seyogyanya anggota IKT bukan hanya masyarakat Kabupaten Tana Toraja dan Toraja  Mamasa, Rongkong, Seriti, Palopo dan sekitarnya.

“Tapi kalau ada yang tidak mau mengakuinya itu tidak masalah,” tergasnya.

Ia berpesan agar pengurus IKT Nduga bisa merangkul semua anggotanya dan terus mengedepankan kesatuan dan persatuan dalam berorganisasi dan bersosialisasi dengan kerukunan-kerukunan lain yang ada di Nduga, terutama orang asli papua (OAP).

Sementara itu, Asisten 2 Setda Nduga, Nathal Sasentua mengajak warga IKT Nduga bergandengan tangan dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Nduga yang lebih baik.

Nathal mengatakan IKT sebagai salah satu organisasi daerah harus bisa mendukung setiap program pemerintah.

“Saya berharap tema Raker ini bisa terus diterapkan oleh semua warga IKT Nduga,” tuturnya. (Burhan)