Massa Rusak Kantor Pemerintahan Mamberamo Tengah
Papua60detik - Ratusan massa di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Jumat (9/6/2023) melakukan aksi pengerusakan Kantor Pemerintahan. Fasilitas yang dirusak antara lain Kantor Dinas DPMK, Kantor Dinas Kominfo dan Kantor Inspektorat.
Kapolres Mamberamo Tengah Kompol Sudirman mengatakan bahwa aksi perusakan tersebut akibat dana desa yang dibagikan tidak sesuai. Massa pun melakukan aksi protes secara spontan sampai merusak kantor serta fasilitasnya.
"Massa yang melakukan aksi sekitar 300 Orang. Dan kantor yang dipecahkan kacanya itu terdiri atas Kantor DPMK semua kaca pada bagian depan dipecahkan. Kantor Inspektorat yang berdampingan pecah kaca jendela 1 lembar dan Kantor Dinas Kominfo yang berdampingan juga pecah 2 kaca jendela," ujar Sudirman saat dikonfirmasi Papua60detik.
"Penyebabnya adalah pada pencairan dana desa pada periode yang lalu para kepala desa menerima lebih banyak dan kepala desa yg mengatur sendiri penggunaannya namun mempersulit pembuatan perwabku oleh para pendampingan," ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan, persoalan mendasar dari timbulnya aksi massa ini adalah kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dan kepala kampung tentang adanya perubahan sistem yang diberlakukan.
"Jadi bukan karena pergantian Kepala Kampung. Pada periode ini telah diberlakukan pencairan dana desa dengan sudah membagi alokasi penggunaan dana desa sesuai dengan peraturan dari Kementrian Desa bahwa ada alokasi alokasi yang harus diatur sehingga tidak digelontorkan semua diterima langsung oleh para kepala desa namun dimasukkan dalam beberapa rekening yang nantinya akan dikontrol penggunaannya oleh para pendamping guna memudahkan pembuatan perwabku karena apabila digelontorkan maka penggunaannya tdk akan tepat sasaran," jelas Sudirman.
"Para kepala desa yang ikut membawa massanya dari desa ke kota Kobakma keberatan kalau aturan itu diberlakukan dan maunya minta dibatalkan aturan itu dan minta dicairkan seperti cara sebelumnya," ujarnya menambahkan.
Kendati demikian, situasi saat ini sudah kembali kondusif setelah aparat kemanan meredakan dan menenangkan massa. Massa pun telah meninggalkan lokasi kejadian.
"Tentu kita terus berkomunikasi dengan berbagai pihak agar sama sama menenangkan situasi termasuk para Kadistrik dan para pendamping untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar mereka mengerti," ujarnya. (Amma)