Pemkab Nduga Bakal Kirim Dokter Umum Study Spesialis di UGM
Papua60detik - Pemerintah Kabupaten Nduga bakal mengirim sejumlah dokter umum untuk mengikuti program pra pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Program tersebut merupakan implementasi visi dan misi misi kepemimpinan Dinar Kelnea yang dilanjutkan Yoas Beon sebagai Bupati Nduga guna mewujudkan pelayanan lebih baik, khususnya di bidang kesehatan.
Program tersebut dipastikan berjalan usai pertemuan koordinatif Plt Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Setda Nduga, Innah Gwijangge dengan jajaran pimpinan FKKMK UGM pada Jumat (29/5/2025).
"Pada prinsipnya dari Fakultas Kedokteran UGM sangat menyambut baik program pra pendidikan dokter spesialis ini. Pada dasarnya semua dosen welcome. Rencana MoU di Bulan Juni tahun ini," kata Innah dalam keterangan tertulis.
Usai MoU, program tersebut bakal dimulai dengan tahapan seleksi peserta. Adapun peserta wajib mengikuti beberapa tes antara lain tes potensi akademik, psikotes hingga toefl.
"Anak-anak asli Nduga akan ambil beberapa spesialis seperti obgyn, anak, anastesi, penyakit dalam dan bedah," katanya.
Pemkab Nduga bakal menanggung biaya matrikulasi. Sementara pada pembiayaan lainnya, Pemkab Nduga berharap mendapat dukungan pembiayaan dari Kemenkes.
Kebijakan ini dinilai strategis meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan mengingat minimnya tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis di Kabupaten Nduga.
"Kami percaya bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan membawa perubahan besar bagi masyarakat Nduga," katanya
Innah menyampaikan apresiasi ke civitas akademika FKKMK UGM yang menunjukkan perhatian dan dukungan nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan Kabupaten Nduga.
Bagi Pemkab Nduga, kerja sama ini bukan hanya sebatas hubungan kelembagaan, tetapi bentuk komitmen bersama meningkatkan pelayanan kesehatan terutama di Nduga yang selama ini masih mengalami banyak persoalan pada kualitas pelayanan kesehatan. (Burhan)