Anggota DPRD Soroti Cerobong Asap Pembakaran Limbah RSUD Mimika
Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanis Felix bersama kepala sekolah SATP Yohana Tnunay dan guru-guru SATP, Foto:Faris/Papua60detik
Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanis Felix bersama kepala sekolah SATP Yohana Tnunay dan guru-guru SATP, Foto:Faris/Papua60detik

Papua60detik-  Cerobong asap pembakaran limbah medis RSUD Mimika mendapat sorotan dari Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mimika Yohanis Felix Helyanan. 

Pasalnya cerobong asap itu berdekatan dengan pagar SATP. Asapnya masuk ke area asrama, yang menurutnya berbahaya bagi siswa. 

"Bangunan asrama suda hampir sejajar dengan cerobong asap jadi bisa dibayangkan kalau pas pembakaran ketika anak-anak ada di dalam asrama dan angin membawa asap pembakaran sampah medis tersebut, sangat berdampak bagi anak-anak di sini," kata John Tie saat mengunjungi SATP, Rabu (31/5/2023).

Ia meminta RSUD Mimika menyiasati asap dari incinerator itu agar tak bersentuhan langsung dengan siswa SATP.

"Pembakaran sampah medis itu bisa dipindahkan atau dicarikan solusi agar jangan sampai asap atau limbahnya itu menyebrang ke Asrama ini keluhan dari anak-anak dan saya juga mendukung itu," katanya. 

Sementara itu Kepala Bagian Umum Sekolah  SATP, Jesly Simon mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan pihak RSUD beberapa waktu lalu guna mencari solusi permasalahan tersebut.

Solusi yang disepakati saat itu yaitu mengatur jam pembakaran sampah yang sebelumnya dari pagi sampai siang dipindahkan ke malam hari. Namun menurutnya, upaya itu tidak menyelesaikan masalah. 

"Jadi itu mungkin yang diupayakan sekarang bagaimana sekarang supaya instalasi pipa pembakarannya bisa di luar," katanya.  (Faris)