Harga Bahan Pokok Jelang Nataru, Disperindag: Masih Normal
Papua60detik - Jelang Natal Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag), melakukan pemantauan harga komoditi di Pasar Sentral, Senin (09/12/2024).
Pemantauan ini merupakan agenda tahunan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Menkop, Koperasi Merah Putih di Atuka Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Tim Disperindag mulai memantau dengan melakukan pengecekan harga daging, ikan, ayam, bawang putih bawah merah, beras, sayuran dan beberapa komoditi yang sering mengalami kenaikan menjelang Nataru di Pasar Sentral.
Sekertaris Disperindag, Nitha Bala mengatakan hasil pemantauan hari ini, harga sejumlah komoditas terutama penyumbang inflasi, masih terpantau stabil. Harga ikan, beras, gula, telur, ikan, ayam hingga sayur-sayura terpantau stabil.
Berikut beberapa daftar harga komoditi yang masih terpantau stabil:
Harga Beras SPHP Bulog Rp13.500/kg, Beras Cap Raja Tawon (Premium) Rp20.000/kg, Minyak Goreng Kemasan Premium 1 liter Rp25.000, Minyak Kita 1 liter Rp18.000, Daging Ayam Ras Karkas 1 kg Rp40.000, Telur Ayam Ras 1 kg Rp35.000, Daging Sapi Sandung Lamur 1 kg Rp100.000, Daging Sapi Tetelan 1 kg Rp80.000, Daging Sapi Impor Beku 1 kg Rp150.000, Ikan Bandeng 1 kg Rp50.000.
Cabai Merah Keriting Rp50 ribu/Kg, Cabai Merah Besar Rp60 ribu/Kg, Cabai Rawit Merah Rp60 ribu/Kg, Cabai Rawit Hijau Rp50 ribu/Kg, Bawang Merah Rp50 ribu/Kg, Gula Pasir Curah Rp20 ribu/Kg, Sawi Hijau Rp18 ribu/Kg, Kangkung Rp10/Kg, Ketimun Sedang Rp10 ribu/Kg, Telur Ayam Kampung Rp100/Kg.
"Pemantauan hari ini untuk melihat jangan sampai terjadi kenaikan harga menjelang Nataru. Sementara ini masih ada beberapa barang dalam perjalanan menggunakan tol laut untuk menjaga ketersediaan bahan pokok di Mimika," ujar Nita saat diwawancarai.
Ia menyampaikan, sebelumnya telah melakukan pemantauan harga dan stok untuk kebutuhan pokok lainnya dari distributor-distributor di Mimika. Semua juga dalam keadaan aman, sampai menjelang Nataru.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau, meskipun momen Nataru permintaan pasar cenderung meningkat.
“Ini adalah komitmen kami untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar. Semoga harga harga bahan pokok ini bisa bertahan hingga Nataru," pungkasnya. (Martha)