Ini Wilayah Tertinggi Kasus Malaria di Mimika, Waspada
Kapala Seksi P2M Dinkes Mimika Kamaluddin Foto: Faris/ Papua60detik
Kapala Seksi P2M Dinkes Mimika Kamaluddin Foto: Faris/ Papua60detik

Papua60detik - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat beberapa wilayah di seputar Kota Timika dengan temuan kasus tertinggi malaria.

"Sama seperti Tahun 2022 kasus hampir masih sama dari daerah-daerah tersebut, Kamoro Jaya, Pasar Sentral, Karang Senang, Kebun Sirih Wonosari Jaya, Nawaripi, Kwamki, Timika Jaya. Itu wilayah-Wilayah yang banyak kasusnya," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Mimika, Kamaluddin, Kamis (8/6/2023).

Pada Mei, jumlah kasus malaria juga mengalami lonjakan kasus. Pada April, Dinkes mencatat kasus  31.381 malaria. Sementara pada Mei dilaporkan 40.405 kasus atau naik 9.024 kasus.

Kamaluddin mengatakan, Dinkes telah melakukan upaya-upaya pencegahan melalui pembagian kelambu, indoor residual spraying, pemeriksaan massal serta pelayanan di fasilitas kesehatan.

Yang perlu diperhatikan, 33 persen kasus malaria adalah kasus kambuh. Hal ini terjadi karena pasien tidak patuh minum obat.

"Kemudian curah hujan kita tinggi dan tempat penampungan air itulah yang menjadi tempat bertelur bagi nyamuk, mau memutuskan rantainya kita harus gerakkan 3 M," katanya.

Masih dengan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, kasus DBD mengalami kenaikan dalam dua minggu terakhir.  Minggu lalu ditemukan 28 kasus dan minggu ini suda 14 kasus. 

"Nyamuk Aedes penyebab DBD memang sudah ada di sini. Hasil dan survei dari teman-teman kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa jentik nyamuk Aedes ada," terang Kamaluddin.

Kasus DBD katanya, paling banyak ditemukan pada usia 18 sampai 45 tahun.

"Untuk memutuskan rantainya harus digalakkan 3M karena nyamuk Aedes dia bertelurnya di tempat air yang bersih," pesannya. (Faris)