Mimika Smart City Masuk Versi 2.0
Papua60detik- Program smart city yang mulai digalakkan Tahun 2017 di Kabupaten Mimika dalam perjalanannya dievaluasi untuk perencanaan lima tahun ke depan.
Untuk keberlanjutan program Mimika smart city versi 1.0 ke versi 2.0, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan dan pengelolaan ekosistem kabupaten/kota cerdas di Hotel Horison Ultima, Selasa (30/5/2023).
Windy Gambetta dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), yang juga pembimbing gerakan menuju 100 Smart City Kemenkominfo untuk Kabupaten Mimika mengatakan hasil evaluasi smart city versi 1 di Mimika yang sudah berjalan selama ini ada sisi positif, karena sudah memiliki masterplan. Namun, smart city versi 1 ini belum berjalan dengan maksimal karena belum semua OPD berpartisipasi atau terlibat dalam program smart city dan kegiatannya belum terpadu.
“Bisa dikatakan bahwa Mimika Smart City versi 1.0 masih terbatas dan belum optimal,”ungkapnya
Windy juga mengatakan untuk menjadi kota cerdas atau pintar, juga dibutuhkan sumber daya birokrasi dan masyarakatnya yang harus siap berdampingan dengan teknologi. Selain itu ada juga dukungan infrastruktur yakni layanan internet, didukung kebijakan publik.
Program smart city ini bukan saja tugas dari Diskominfo, tetapi harus melibatkan peran serta masyarakat agar Kabupaten Mimika menjadi tempat tinggal yang menyenangkan bagi masyarakatnya dan tempat yang nyaman bagi siapa saja yang datang ke kota ini, maka untuk mengaplikasikanya, dinas-dinas serta dukungan media massa di Timika dilibatkan dalam FGD.
Pada FGD dinas-dinas bersama dengan media cetak dan elektronik di Timika dibagi dengan 6 desk dimensi smart city yakni smart goverment, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment untuk memberikan masukan dan ide smart bagi kemajuan daerah ini sebagai kota cerdas. (Faris)